Arsip Artikel

Tendangan Polisi Kirim Mahasiswa Ke RS

Mahasiswa yang pingsan akibat tendangan polisi saat berunjuk rasa di kantor DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dilarikan ke rumah sakit daerah (RSD) setempat.

Mahasiswa yang pingsan dalam unuk rasa ricuh ini bernama Faridi dari Universitas Madura (Unira), setelah sebelumnya mendapat tendangan polisi berkali-kali dalam demo ricuh di kantor DPRD Pamekasan, Rabu (15/12/2010).

"Kami sangat menyayangkan aksi kekerasan ini terjadi," kata koordinator lapangan aksi mahasiswa, Mahrus Ali, yang juga terkena tendangan petugas saat unjuk rasa berlangsung.

Demo ratusan mahasiswa ke kantor DPRD Pamekasan yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) se-Kabupaten Pamekasan ini, mengkritik kebijakan Pemkab Pamekasan yang membakar berkas soal CPNS.

Ada enam tuntutan yang disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pamekasan ini.

Pertama, menuntut pemerintah hendaknya melakukan koreksi secara manual hasil tes CPNS, mengembalikan lembar jawaban peserta, mempublikasikan kunci jawaban di media dan mempublikasikan rangking dan nilai peserta tes CPNS.

"Yang terakhir, kami menuntut standarisasi kelulusan dan penilaian," ucap Mahrus Ali, menjelaskan.

Unjuk rasa ratusan mahasiswa PMII dari berbagai Perguruan Tinggi di kantor DPRD Pamekasan inim, bergerak dari monumen Arek Lancor yang merupakan jantung Kota Pamekasan.

Mereka bergerak menuju kantor DPRD di Jalan Kabupaten Pamekasan dengan berjalan kaki.

Di sepanjang jalan, para pengunjuk rasa ini menggelar orasi, sambil membagi-bagikan brosur kepada warga di sepanjang jalan yang dilaluinya.

Awalnya, unjuk rasa yang diikuti sekitar seratus mahasiswa lebih (350 versi mahasiswa) ini berlangsung dengan tertib.

Namun, tiba-tiba para pengunjuk rasa menjadi beringas, setelah sampai di depan kantor DPRD itu dan meminta agar semua anggota dewan menemui mereka.

Karena tuntutan mahasiswa meminta semua anggota dewan menemui mereka tidak terpenuhi, maka sebagian mahasiswa ini lalu menerobos barikade polisi dan berupaya masuk ke kantor dewan.

Saat itulah bentrok terjadi antara para mahasiswa dengan petugas kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan yang saat itu sedang mengamankan unjuk rasa.

"Kami terpaksa melakukan tindakan kekerasan karena para pengunjuk rasa ini yang memancing kami melakukan tindakan kekerasan," kata Wakapolres Pamekasan Kompol Muldjadi.

Ia menjelaskan, kata-kata kasar yang disampaikan para mahasiswa dalam aksi itu telah memancing emosi petugas.

"Masak aparat dibilang keparat, anjing," kata Muldjadi menirukan ucapan orasi mahasiswa yang disampaikan dalam unjuk rasa tersebut.

sumber : http://regional.kompas.com/read/2010/12/15/19303622/Tendangan.Polisi.Kirim.Mahasiswa.Ke.RS.-3