Arsip Artikel

Adjie Wafat, Komunitas BB Berbagi Tips Atasi Serangan Jantung

Kabar wafatnya politisi muda Adjie Massaid bukan hanya menguncang istri dan mantan istri serta keluarga dan sahabat terkasih, komunitas BlackBarry pun ikut kaget dan langsung berbagi tips mengatasi serangan jantung.

Salah satu yang langsung berbagi tips mengatasi serangan jantung adalah Agus Muslim, Sekretaris Pemuda Pancasila Jatim. Dijelaskan, serangan jantung lazimnya terjadi saat Anda merasakan sakit yg sangat di dada dan mulai menjalar ke lengan serta dagu. Beruntung jika jarak dengan rumah sakiut dekat, namun yang susah jika jarak ke RS yg terdekat kira2 masih 5 Km.

"Lebih celakanya lagi Anda tidak tahu apakah Anda mampu bertahan sampai sejauh itu. Saat sendirian, kena serangan jantung, bagaimana cara pertolongan pertamanya? Itulah mengapa kita harus tahu bagaimana ara mengatasi," tuturnya.

Seseorg ketika jantungnya tidak dapat berdenyut secara normal serta merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu kira2 10 detik, setelah itu akan hilang kesadaran dan pingsan. Jika sekitarnya tidak ada org memberi pertolongan pertama, penderita harus memanfaatkan 10 detik yg singkat ini usaha untuk menolong dirinya sendiri.

Harus Bagaimana ? Jawabannya, "Jangan Panik !!! Usahakanberbatuk sekuat enaga. Setiap kali sebelum batuk, harus tarik naas dalam-dalam, kemudian berbatuk dengan kuat-kuat, dalam dan panjang. Seperti hendak mengeluarkan dahak dalam dada," tulisnya Gus Lim, panggilan akrabnya, dalam BBM untuk teman-temannya, Sabtu (5/2/2011).

Setelah itu, tambahnya, setiap selang 2 detik harus tarik nafas sekali dan berbatuk sekali. Itu harus dilakukan hingga pertolongan tiba, atau kalau merasa denyut jantung sudah normal, baru boleh beristirahat.

Dijelaskan, tujuan metarik nafas untuk memasukkan Oxygen ke dalam paru-paru. Sedangkan tujuan
batuk untuk menekan jantung, agar aliran darah bersirkulasi. Menekan jantung juga dapat membantu denyut jantung kembali normal.

"Pertolongan cara ini maksudnya, agar penderita mempunyai kesempatan untuk pergi ke Rumah Sakit," ungkapnya mengutif artikel No.240 dari Journal of General Hospital Rochester. (beritajatim.com)